Renovasi Pabrik Aktif: Phasing, Shutdown, dan K3
BROWNFIELD CONSTRUCTION · PHASING · PLANT SAFETY
Renovasi Pabrik Aktif: Phasing, Shutdown, dan K3
Di fasilitas yang tetap berproduksi, pekerjaan konstruksi harus dirancang mengelilingi manusia, mesin, utilitas, logistik, kualitas produk, dan shutdown window yang sudah ada.
DIPERBARUI OKTOBER 2026Membangun di lahan kosong dan merenovasi pabrik yang sedang berproduksi adalah dua proyek yang berbeda. Pada greenfield, kontraktor mengendalikan hampir seluruh area kerja. Pada pabrik aktif, area konstruksi berbagi ruang dengan operator, forklift, material produksi, panel listrik, jaringan utilitas, sistem proteksi kebakaran, jalur evakuasi, dan target output harian.
Satu pekerjaan yang terlihat sederhana—membobok lantai, memindahkan duct, memotong struktur, menambah kabel tray, memperluas ruangan, atau membuat opening baru—dapat menyentuh beberapa sistem existing sekaligus.
Karena itu keberhasilan renovasi pabrik tidak cukup diukur dengan pertanyaan “pekerjaannya selesai atau belum?”. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah pekerjaan selesai tanpa menciptakan risiko baru bagi produksi, manusia, fasilitas, kualitas produk, dan sistem yang tetap hidup selama konstruksi berlangsung.
Hubungan editorial: PT Niki Four merupakan klien Masbadar dan perusahaan kontraktor berbasis di Karawang. Masbadar mengembangkan website dan konten, tetapi tidak merancang struktur, melakukan pekerjaan konstruksi, menetapkan metode kerja, ataupun mengesahkan sistem K3 proyek. Artikel ini merupakan panduan editorial sekaligus referral transparan kepada perusahaan klien yang menangani konstruksi, renovasi, maintenance fasilitas, pekerjaan sipil, mekanikal, dan elektrikal.
Mengapa renovasi pabrik aktif berbeda?
Proyek brownfield bekerja di atas sesuatu yang sudah ada dan masih mempunyai fungsi. Existing building, machine, pipe, cable, structure, production route, dan operational procedure menjadi constraint desain.
Riset mengenai proyek brownfield di Indonesia menunjukkan bahwa kondisi existing menambah risiko yang tidak selalu muncul pada proyek baru. Infrastruktur yang sudah tertanam, kondisi tanah, utilitas existing, struktur lama, dan keterbatasan informasi lapangan dapat memengaruhi pekerjaan konstruksi.
Pada pabrik aktif, ditambah lagi satu dimensi: produksi tetap berjalan.
Greenfield
Site dapat diatur sejak awal. Jalur proyek, penyimpanan material, temporary utility, dan sequence lebih bebas ditentukan oleh kebutuhan konstruksi.
Brownfield aktif
Construction sequence harus bernegosiasi dengan produksi, utility existing, access, shutdown, safety system, warehouse, loading, dan kebutuhan pengguna fasilitas.
Artinya desain brownfield tidak selesai ketika drawing cocok secara geometris. Desain juga harus dapat dibangun dalam urutan yang memungkinkan fasilitas tetap beroperasi dengan risiko yang dapat dikendalikan.
Existing-condition survey adalah pekerjaan desain
Kesalahan besar dalam renovation project sering dimulai ketika drawing lama diperlakukan sebagai kondisi aktual.
As-built drawing sangat membantu, tetapi bangunan pabrik berubah. Kabel ditambahkan. Pipe route dipindah. Wall opening ditutup. Machine berganti. Struktur mendapat bracket baru. Drain berubah. Panel mendapat feeder tambahan.
Survey sebelum design freeze
Architecture & civil
- Dimensi existing
- Level lantai
- Opening
- Drain
- Roof dan wall condition
- Access route
Structural
- Column dan beam
- Slab thickness
- Support
- Existing modification
- Crack atau corrosion
- Load interface
MEP
- Cable tray
- Panel
- Pipe
- Duct
- Drain
- Fire protection
Operation
- Production route
- Material flow
- Forklift route
- Emergency exit
- Shift
- Cleanliness requirement
Jika kondisi lapangan berbeda dari drawing, kondisi lapangan yang harus diselesaikan. Perbedaan tersebut perlu dicatat sebagai design input, bukan disembunyikan sampai installation stage.
Phasing harus mengikuti produksi, bukan hanya urutan konstruksi
Kontraktor secara alami ingin melakukan pekerjaan dalam sequence paling efisien. Pabrik mempunyai kebutuhan berbeda: mesin tertentu tidak boleh berhenti, jalur material harus terbuka pada jam tertentu, dan area tertentu mungkin baru tersedia pada weekend atau shutdown tahunan.
Phasing menyatukan keduanya.
Tentukan area yang tidak boleh terganggu, jam produksi, critical utility, traffic route, area higienis, akses emergency, dan planned shutdown.
Zona dibuat berdasarkan akses, dependency, sistem existing, serta kemampuan area dilepas ke kontraktor.
Temporary wall, bypass line, temporary power, access platform, relocation, protection, dan prefabrication sering perlu selesai sebelum main work dimulai.
Pastikan pekerjaan satu zona tidak memutus utility atau access bagi zona produksi lain.
Setiap zona perlu mempunyai syarat kapan diserahkan kepada kontraktor dan kapan dapat dikembalikan kepada operasi.
Phasing yang baik juga memungkinkan material, manpower, dan temporary facility dihitung lebih realistis dibanding memaksakan seluruh proyek terbuka bersamaan.
Shutdown window bukan waktu cadangan untuk pekerjaan yang terlambat
Pekerjaan tertentu baru dapat dilakukan setelah line, panel, pipe, duct, atau utility dimatikan. Window tersebut sering sangat terbatas.
Karena itu shutdown harus diperlakukan sebagai milestone utama.
| Sebelum Shutdown | Harus Sudah Siap |
|---|---|
| Design | Approved drawing, detail tie-in, dimension, interface, dan method. |
| Material | Seluruh material kritis sudah tersedia dan diverifikasi. |
| Fabrication | Spool, bracket, panel, support, frame, atau assembly dibuat sebanyak mungkin di luar window. |
| Tools | Tool, lifting device, test instrument, consumable, dan backup tersedia. |
| Manpower | Role dan jumlah personel sudah ditentukan. |
| Isolation | Isolation point dan responsible person sudah disetujui. |
| Contingency | Recovery plan tersedia jika pekerjaan tidak selesai. |
| Testing | Test method dan acceptance criteria sudah ditulis. |
Jangan gunakan shutdown untuk melakukan pekerjaan yang sebenarnya dapat diselesaikan sebelumnya.
Tujuannya adalah membuat sebanyak mungkin aktivitas menjadi plug, connect, test, and restore, bukan baru mulai mengukur dan memotong ketika mesin sudah berhenti.
Isolasi energi lebih luas daripada mematikan listrik
Pekerjaan pada fasilitas existing dapat bersentuhan dengan electrical, mechanical, hydraulic, pneumatic, thermal, chemical, gravity, atau stored energy lainnya.
Prinsip LOTO mengharuskan energi berbahaya dikendalikan sehingga equipment tidak dapat tiba-tiba bergerak, hidup, atau melepaskan energi ketika pekerjaan sedang berlangsung.
Electrical
Panel, breaker, capacitor, UPS, generator, backfeed, control supply, dan sumber lain perlu dipahami sebelum isolation.
Mechanical
Rotating component, spring, counterweight, raised load, conveyor, flywheel, dan gravity dapat menyimpan energi.
Fluid pressure
Hydraulic, pneumatic, steam, water, gas, dan process line tetap dapat mempunyai residual pressure setelah valve ditutup.
Thermal & process
Hot surface, chemical residue, cleaning agent, molten material, atau process content dapat membutuhkan isolation tambahan.
OSHA 1910.147 memberikan kerangka yang berguna mengenai hazardous-energy control pada servicing dan maintenance general industry, termasuk prosedur shutdown, isolation, control stored energy, dan verifikasi de-energization.
Standar OSHA tersebut mempunyai scope hukum spesifik dan bahkan mengecualikan construction employment dari 1910.147 itu sendiri. Karena itu proyek di Indonesia tidak boleh sekadar menyalinnya sebagai aturan hukum lokal. Prinsip energy control harus diterjemahkan ke prosedur owner, ketentuan K3 Indonesia, jenis pekerjaan, dan sistem yang benar-benar diisolasi.
Hot work di pabrik aktif harus diperlakukan sebagai sumber ignition
Welding, cutting, brazing, soldering tertentu, grinding, dan aktivitas lain yang menghasilkan flame, heat, atau spark dapat menyalakan material combustible jauh dari titik kerja.
NFPA 51B edisi 2024 secara khusus membahas pencegahan kebakaran selama welding, cutting, dan hot work lainnya.
Sebelum hot work dimulai
- evaluasi apakah pekerjaan dapat dilakukan dengan metode cold work;
- identifikasi material combustible di sekitar area;
- periksa opening, floor gap, cable penetration, dan jalur jatuhnya spark;
- isolasi atau lindungi material yang tidak dapat dipindahkan;
- periksa potensi flammable vapor atau process material;
- tetapkan permit dan responsible person sesuai prosedur site;
- siapkan fire watch apabila requirement menuntutnya;
- periksa fire extinguisher dan emergency communication;
- tentukan monitoring setelah pekerjaan selesai sesuai risk assessment.
Grinding tetap hot work dalam banyak program fire prevention. Tidak adanya nyala api terbuka bukan berarti tidak ada ignition source.
Renovasi tidak boleh membuat proteksi kebakaran existing diam-diam hilang
Ketika pekerjaan memindahkan ceiling, sprinkler, fire alarm detector, hydrant pipe, fire door, compartment wall, atau emergency lighting, proteksi fasilitas dapat berubah sebelum sistem baru selesai.
NFPA 241 membahas safeguarding selama construction, alteration, dan demolition, termasuk utilities, fire protection, hot work, temporary construction, serta operasi renovasi.
Untuk pabrik aktif, prinsip yang perlu dijaga adalah bahwa impairment harus diketahui, dikoordinasikan, dibatasi, dan dipulihkan.
Fire alarm impairment
Zona yang dimatikan untuk mencegah false alarm harus mempunyai prosedur pengganti dan dikembalikan setelah pekerjaan.
Sprinkler/hydrant
Isolation harus dibatasi pada area dan waktu yang diperlukan, dengan koordinasi terhadap responsible facility personnel.
Escape route
Material, temporary wall, scaffold, dan kabel sementara tidak boleh membuat jalur evakuasi hilang tanpa rute pengganti yang disetujui.
Compartmentation
Opening sementara pada fire-rated wall atau floor perlu dikendalikan sesuai fire-safety plan proyek.
Pisahkan konstruksi dari produksi secara fisik
Safety sign saja tidak cukup apabila forklift produksi masih harus melewati area pekerja membawa grinder dan scaffolding.
Segregasi dapat melibatkan:
- temporary wall atau barrier;
- pagar fisik;
- controlled access;
- jalur pekerja terpisah;
- jalur forklift sementara;
- crossing point terkendali;
- spotter pada area tertentu;
- material laydown khusus;
- temporary loading area;
- jadwal delivery di luar peak production.
Jangan hanya memeriksa keselamatan pekerja proyek. Pekerjaan konstruksi juga dapat mengubah risiko bagi operator yang sehari-hari bekerja di area tersebut.
Interface risk adalah ciri utama brownfield. Aktivitas yang aman ketika berdiri sendiri dapat menjadi berbahaya ketika bertemu traffic produksi, material handling, proses kimia, atau utility yang tetap aktif.
Debu, kebisingan, dan getaran dapat menjadi masalah produksi
Debu renovasi tidak hanya membuat lantai kotor. Pada fasilitas tertentu, debu dapat masuk ke produk, panel listrik, control cabinet, bearing, clean area, proses coating, packaging, atau instrumentasi.
Demikian pula kebisingan dan getaran. Pengeboran, coring, demolition, chipping, dan cutting dapat memengaruhi pekerja maupun proses sensitif.
Kontrol perlu mengikuti konsekuensi
Dust containment
Barrier, negative pressure atau extraction bila sesuai, vacuum, wet method, sealed transport, dan housekeeping perlu direncanakan berdasarkan jenis debu.
Noise
Atur waktu pekerjaan bising, gunakan engineering control, dan koordinasikan terhadap area yang memerlukan komunikasi atau konsentrasi tinggi.
Vibration
Periksa kedekatan terhadap precision equipment, rack, brittle utility, instrument, dan struktur existing.
Odor & VOC
Paint, adhesive, coating, waterproofing, dan chemical cleaning perlu dinilai terhadap ventilation dan proses produksi.
Untuk pekerjaan lantai dan finishing industri, lihat juga pembahasan Masbadar mengenai epoxy flooring dan sistem mekanikal elektrikal bangunan pabrik. Persiapan area, moisture, curing, dan traffic harus diselaraskan dengan produksi sebelum coating diaplikasikan.
Temporary works tetap harus direkayasa
Konstruksi renovation sering membutuhkan sesuatu yang hanya dipakai beberapa jam atau beberapa minggu: scaffold, temporary support, opening protection, working platform, hoarding, temporary access, lifting frame, bypass pipe, atau temporary electrical supply.
Sifat sementara tidak berarti konsekuensinya kecil.
Penelitian tahun 2025 dalam Journal of Safety Research menempatkan temporary construction works sebagai area yang memerlukan risk management sistematis karena kegagalan temporary element dapat menimbulkan konsekuensi besar.
| Temporary Work | Pertanyaan Desain |
|---|---|
| Scaffolding | Load, stability, access, edge protection, interface dengan machine atau traffic. |
| Temporary support | Load path sebelum structural element dibongkar atau dimodifikasi. |
| Temporary opening | Fall protection, cover, barrier, water ingress, dan fire separation. |
| Temporary power | Capacity, protection, grounding, cable route, enclosure, dan inspection. |
| Temporary utility | Apakah produksi tetap mendapat air, air-compressed, exhaust, cooling, atau data selama tie-in? |
| Temporary partition | Stability, dust containment, fire behaviour, emergency egress. |
Tie-in existing utility menentukan risiko shutdown
Tie-in adalah titik ketika pekerjaan baru menyentuh sistem lama. Di situlah asumsi desain bertemu kondisi aktual.
Contohnya:
- feeder baru masuk ke panel existing;
- pipe baru tersambung ke compressed-air header;
- drain baru masuk jaringan lama;
- duct baru mengambil supply dari AHU existing;
- fire-protection branch baru masuk main line;
- data network baru masuk rack produksi;
- struktur baru menumpu pada existing building.
Setiap tie-in perlu package tersendiri
Ukuran, material, pressure, voltage, load, orientation, dan condition diperiksa di lapangan.
Jelaskan apa yang harus dimatikan dan sistem lain yang ikut terdampak.
Buat komponen sebanyak mungkin sebelum window dimulai.
Lokasi aktual harus disepakati, bukan hanya diasumsikan dari drawing.
Tentukan pemeriksaan sebelum sistem ditutup, diberi tekanan, atau dienergize.
Tentukan apa yang dilakukan jika joint, test, atau commissioning gagal pada window yang tersedia.
Untuk sistem jaringan pabrik, lihat juga panduan instalasi jaringan IT pabrik. Relokasi atau renovasi fisik sering menyentuh jalur data yang sama kritisnya dengan listrik dan utility mekanikal.
Kondisi berbeda harus memicu review, bukan improvisasi
Brownfield hampir selalu menemukan kejutan. Pipe yang seharusnya kosong ternyata aktif. Rebar berada tepat pada titik core drilling. Struktur lama berbeda dari drawing. Cable tray ternyata penuh.
Tim perlu mengetahui kapan pekerjaan boleh menyesuaikan dan kapan harus berhenti.
Contoh stop-work point
- utility tidak dikenal ditemukan;
- struktur existing berbeda dari asumsi desain;
- asbestos atau hazardous material diduga ada;
- energi tidak dapat diisolasi seperti rencana;
- fire protection harus dimatikan lebih luas dari permit;
- opening menyebabkan instability;
- produk atau area produksi terdampak di luar batas yang disetujui;
- tie-in tidak cocok dengan komponen prefabricated;
- acceptance test gagal.
Stop-work bukan kegagalan proyek. Dalam situasi yang tidak lagi sesuai dengan method statement, berhenti merupakan bagian dari kontrol perubahan.
Testing dan commissioning perlu direncanakan sebelum konstruksi
Jika test method baru dibicarakan setelah instalasi selesai, sebagian akses pemeriksaan mungkin sudah tertutup.
Gunakan konsep inspection hold point dan witness point pada pekerjaan yang kritis.
Before concealment
Periksa rebar, embedded item, pipe, cable, insulation, waterproofing, firestop, dan pekerjaan lain sebelum ditutup.
Pre-energization
Periksa continuity, insulation, protection, labeling, setting, torque, grounding, cleanliness, dan document sesuai sistem.
Functional test
Buktikan bahwa valve, pump, fan, alarm, lighting, interlock, panel, drain, atau sistem lainnya benar-benar bekerja sesuai requirement.
Integrated test
Jika beberapa sistem saling bergantung, uji interface—bukan hanya masing-masing equipment secara terpisah.
Artikel Nikifour sendiri sudah membahas material submittal, ITP, grounding, dan commissioning listrik secara lebih khusus. Karena itu artikel Masbadar ini menempatkan testing dalam konteks yang lebih luas: bagaimana pekerjaan renovation dikembalikan dengan aman kepada fasilitas yang tetap harus berproduksi.
Handover brownfield lebih efektif dilakukan per zona
Pada proyek bertahap, menunggu seluruh proyek selesai sebelum menyerahkan dokumen dan area dapat menciptakan kebingungan.
Gunakan progressive handover bila kontrak dan owner requirement memungkinkan.
Isi handover package
- approved as-built drawing;
- test report;
- commissioning record;
- material/equipment data;
- warranty;
- O&M information;
- spare-part information;
- training record;
- punch-list status;
- permit closure;
- reinstatement record;
- foto sebelum area ditutup bila relevan.
As-built bukan copy dari construction drawing. Dokumen harus mencerminkan apa yang benar-benar terpasang setelah seluruh perubahan lapangan diselesaikan.
Data sebelum meminta proposal renovasi pabrik
Proposal yang hanya berdasarkan luas bangunan hampir selalu menyimpan terlalu banyak asumsi.
Ekspansi kapasitas, perubahan layout, repair, compliance, new machine, energy improvement, atau kombinasi beberapa kebutuhan.
Layout, structure, electrical, plumbing, HVAC, fire protection, network, dan utility yang tersedia.
Shift, critical area, shutdown period, forklift route, warehouse, hygiene, process restriction, dan production calendar.
Dinding, lantai, struktur, utility, equipment, atau finishing existing yang perlu dilepas.
Sistem baru apa yang harus tersambung ke existing facility.
Jangan menunggu kontraktor memenangkan tender sebelum memberitahu bahwa panel hanya dapat dimatikan selama empat jam.
Shop drawing, method statement, material submittal, ITP, test report, as-built, O&M, training, dan document lain.
Jika scope masih belum jelas, survey dan feasibility study dapat dipisahkan sebagai tahap awal sebelum fixed construction price diminta.
Rujukan renovasi dan konstruksi fasilitas industri
PT Niki Four · Karawang
PT Niki Four merupakan perusahaan jasa konstruksi berbasis di Karawang yang menyatakan telah berdiri sejak 22 Desember 2008. Lingkup pekerjaan yang tampil pada website perusahaan mencakup pekerjaan konstruksi dan renovasi bangunan, building maintenance, pekerjaan sipil, mekanikal-elektrikal, panel listrik, grounding, proteksi petir, testing/commissioning, serta kebutuhan material proyek.
Karakter pekerjaan tersebut membuat proyek brownfield relevan dengan kompetensi lintasdisiplin: renovasi pabrik sering tidak dapat dipisahkan menjadi “sipil dulu, listrik belakangan” karena demolition, struktur, power, HVAC, piping, fire protection, IT, dan finishing mempunyai interface langsung.
Informasi awal proyek
- Lokasi fasilitas
- Tujuan renovasi
- Area dan luas pekerjaan
- Existing drawing
- Foto kondisi
- Jam produksi
- Shutdown window
- Critical utility
- Scope demolition
- Target selesai
- Requirement K3 owner
- Dokumen handover yang diperlukan
Hubungan klien tersebut ditampilkan terbuka agar pembaca dapat membedakan analisis teknis editorial dengan referral komersial kepada kontraktor yang disebutkan.
Sumber teknis dan batas kesimpulan
Artikel ini adalah kerangka perencanaan, bukan method statement proyek tertentu. Renovasi pabrik dapat melibatkan pekerjaan struktural, lifting, confined space, electrical work, excavation, hot work, demolition, pressure system, hazardous material, working at height, maupun aktivitas berisiko tinggi lainnya yang memerlukan assessment dan metode khusus.
Referensi OSHA, ISO, dan NFPA digunakan sebagai sumber praktik dan standar internasional. Pelaksanaan proyek di Indonesia tetap harus mengikuti peraturan K3 dan konstruksi Indonesia, ketentuan owner, izin kerja lokasi, desain engineer, manufacturer requirement, serta regulasi lain yang berlaku.
Produksi harus menjadi input desain proyek
Pada renovasi pabrik aktif, konstruksi tidak berlangsung “di sebelah produksi”. Keduanya memakai bangunan, utility, access, dan waktu yang sama.
Itulah sebabnya production constraint tidak boleh baru diketahui ketika pekerja sudah datang ke lokasi.
Shift perlu diketahui ketika schedule dibuat. Shutdown perlu diketahui ketika design tie-in dibuat. Jalur forklift perlu diketahui ketika hoarding dibuat. Fire protection perlu diketahui sebelum demolition. Dust sensitivity perlu diketahui sebelum metode cutting dipilih.
Ketika informasi itu masuk sejak awal, proyek dapat dirancang dalam fase yang logis: survey, enabling work, segregation, prefabrication, shutdown, tie-in, testing, reinstatement, lalu handover.
Pada pabrik aktif, proyek renovasi yang baik bukan proyek yang menghindari semua gangguan. Ia adalah proyek yang mengetahui gangguan mana yang tidak dapat dihindari, lalu merencanakannya sebelum gangguan itu terjadi.
Pertanyaan umum tentang renovasi pabrik aktif
Apakah renovasi pabrik dapat dilakukan tanpa menghentikan produksi?
Sebagian pekerjaan dapat dilakukan saat produksi berjalan jika area, utility, traffic, fire protection, kualitas produk, dan risiko dapat dipisahkan dengan memadai. Namun pekerjaan tie-in atau intervensi pada sistem kritis dapat tetap membutuhkan shutdown terencana.
Apa yang dimaksud brownfield construction?
Brownfield construction adalah pekerjaan pembangunan, modifikasi, ekspansi, atau renovasi pada fasilitas existing. Pada pabrik aktif, proyek harus berkoordinasi dengan struktur, utility, equipment, dan operasi yang sudah ada.
Mengapa shutdown perlu direncanakan sejak desain?
Karena jenis joint, lokasi tie-in, prefabrication, manpower, testing, isolation, dan recovery plan semuanya dipengaruhi oleh durasi shutdown yang tersedia.
Apakah LOTO hanya untuk listrik?
Tidak. Hazardous energy dapat berupa electrical, mechanical, hydraulic, pneumatic, thermal, chemical, gravity, pressure, dan sumber lain yang dapat menyebabkan unexpected movement atau energy release.
Apakah grinding termasuk hot work?
Dalam banyak hot-work program, grinding termasuk karena menghasilkan spark yang dapat menjadi ignition source. Klasifikasi dan permit harus mengikuti fire-safety procedure lokasi dan risk assessment pekerjaan.
Mengapa as-built drawing penting setelah renovasi?
Karena fasilitas akan kembali di-maintain, dikembangkan, dan diperbaiki pada masa depan. As-built yang salah membuat proyek berikutnya kembali bekerja berdasarkan asumsi.
Apa yang harus disiapkan sebelum meminta penawaran renovasi pabrik?
Siapkan tujuan proyek, layout dan drawing existing, area pekerjaan, foto, schedule produksi, shutdown window, utility kritis, scope demolition, owner safety requirement, target waktu, dan dokumen serah-terima yang dibutuhkan.
Apa hubungan PT Niki Four dengan Masbadar?
PT Niki Four merupakan klien Masbadar. Masbadar menangani website dan konten, sedangkan kebutuhan konstruksi, renovasi, maintenance fasilitas, sipil, mekanikal, dan elektrikal dirujuk secara transparan kepada perusahaan tersebut.
Mulai dari kondisi existing dan batas operasi pabrik
Sebelum menyusun harga, identifikasi area yang tetap hidup, utility yang tidak boleh berhenti, shutdown yang tersedia, serta interface antara pekerjaan baru dan fasilitas existing.