Sewa Alat Berat: Hitung Excavator dan Dump Truck
Mulai dari volume dan waktu siklus, lalu bandingkan jumlah alat yang memenuhi target.
Harga per jam baru berguna setelah kapasitas muat, perjalanan truk, waktu kerja, dan pasokan material dihitung pada dasar yang sama.
Perencanaan sewa alat berat industri perlu mempertemukan target pekerjaan dengan kemampuan sistem gali–muat–angkut. Satu excavator tidak memiliki pasangan jumlah dump truck yang berlaku untuk semua lokasi. Kebutuhannya berubah mengikuti muatan efektif, waktu siklus, kondisi jalan, dan waktu kerja yang benar-benar tersedia.
Mengapa artikel ini diperbarui?
Versi awal membulatkan 100 ÷ 24 menjadi empat truk, menyamakan jumlah unit dengan match factor, dan belum menjelaskan arah koreksi efisiensi. Versi ini memperbaiki perhitungan, membedakan satuan volume, serta menghapus rentang produktivitas dan tebal pemadatan yang tidak memiliki dasar khusus proyek. Klaim pengalaman lapangan, proyeksi pertumbuhan, dan kutipan yang tidak diperlukan untuk perhitungan juga tidak dipakai.
1. Kumpulkan data sebelum menentukan unit
Catat volume pekerjaan, jenis material, lokasi muat dan bongkar, akses alat, serta target penyelesaian. Ukur waktu perjalanan bermuatan dan kosong secara terpisah. Jarak saja belum cukup: kemiringan, kondisi jalan, antrean gerbang, dan ruang manuver ikut memengaruhi ritme.
| Data | Yang harus jelas |
|---|---|
| Volume pekerjaan | Besaran dan statusnya: asli/bank, lepas/loose, atau padat/compacted. |
| Kemampuan excavator | Kapasitas bucket, faktor isi, siklus gali–ayun–tuang–kembali, dan hambatan yang sudah masuk hitungan. |
| Muatan truk | Volume efektif per rit, densitas material, payload yang diizinkan, dan batas operasi/rute. |
| Siklus truk | Muat, angkut bermuatan, manuver/bongkar, perjalanan kosong, dan hambatan yang dicatat terpisah. |
| Waktu tersedia | Hari dan jam terjadwal, pembatasan lokasi, serta utilisasi yang dapat dipertanggungjawabkan. |
Caterpillar menjelaskan pencocokan bucket dan truk dengan mempertimbangkan material serta densitas. Kapasitas bak yang tertulis dalam m³ tidak boleh langsung dianggap sebagai muatan setiap rit. Komatsu juga menyoroti underloading, overloading, waktu tunggu, dan siklus lambat sebagai faktor yang memengaruhi produktivitas.
Untuk lokasi pabrik aktif, periksa dimensi serta ruang putar alat, kemampuan permukaan menahan beban, utilitas, pemisahan pergerakan orang dan kendaraan, serta prosedur kerja lokasi. Kelas tonase yang lebih kecil tidak otomatis membuat alat aman atau lebih produktif.
2. Bedakan produktivitas, jumlah unit, dan match factor
Produktivitas satu truk dari muatan dan siklus
C adalah muatan efektif per rit dalam m³ lepas; Tt adalah siklus truk dalam menit. Hasilnya m³ lepas per jam pada dasar waktu siklus tersebut. Jangan memasukkan waktu muat dua kali. Pisahkan antrean yang timbul karena pilihan jumlah armada dari siklus dasar untuk perbandingan awal.
Jumlah truk adalah hasil perbandingan kapasitas
Qe0 adalah kapasitas excavator pada basis volume dan waktu yang sama. Hasil 4,17 berarti empat truk belum menyamai kapasitas nominal itu; lima truk merupakan kandidat pembulatan ke atas. Namun, empat truk tetap layak diuji jika memenuhi jadwal dan memberikan biaya total yang lebih baik.
Match factor adalah rasio tanpa satuan
Gunakan satuan waktu yang sama dan definisi siklus yang konsisten. Untuk sistem homogen dengan dasar muatan serta waktu yang sama, hubungan ini sejalan dengan rasio kapasitas angkut terhadap kapasitas muat. Bentuk waktu siklus tersebut dibahas dalam penelitian produktivitas gali–muat–angkut di Jurnal Pertambangan dan Lingkungan.
- MF < 1: pada model sederhana, kapasitas angkut lebih rendah; excavator berpotensi menunggu.
- MF > 1: kapasitas muat menjadi pembatas; truk berpotensi mengantre.
- MF sekitar 1: keseimbangan nominal, belum tentu optimum biaya atau bebas antrean.
Perbedaan kondisi unit, waktu perjalanan yang berubah, serta gangguan operasi memerlukan observasi dan penjadwalan lebih rinci. MF bukan satu-satunya ukuran pemilihan armada.
Terapkan efisiensi pada tempat yang tepat
Jika kapasitas dasar belum memperhitungkan kehilangan waktu, produktivitas rencana dapat dikoreksi dengan faktor utilisasi yang didukung data. Jika data sudah berupa hasil aktual per jam terjadwal, jangan mengalikan faktor yang sama lagi.
Hterjadwal = V ÷ Qrencana
Penurunan efisiensi membuat durasi bertambah. Jadi, jam teoritis dibagi η, bukan dikalikan η. Angka 0,75–0,85 dari versi lama tidak menjadi ketentuan umum; pilih berdasarkan kondisi dan pencatatan proyek.
3. Simulasi: empat atau lima dump truck?
Semua angka berikut adalah asumsi editorial untuk memperlihatkan cara hitung. Angka ini bukan hasil uji alat, penawaran vendor, atau rekomendasi armada untuk suatu lokasi. Seluruh volume dan produktivitas dinyatakan pada kondisi lepas.
| Volume yang dipindahkan | 8.000 m³ lepas |
|---|---|
| Excavator | 1 unit; Qe0 = 100 m³ lepas/jam sebelum faktor utilisasi tambahan. |
| Muatan efektif truk | 12 m³ lepas/rit, diasumsikan telah sesuai payload dan kondisi operasi. |
| Siklus dasar truk | 30 menit, termasuk waktu muat; tidak termasuk antrean tambahan karena jumlah truk. |
| Waktu muat per truk | 12 ÷ 100 × 60 = 7,2 menit. |
| Utilisasi bersama | η = 0,80, diterapkan sekali pada sistem. Ini penyederhanaan; kondisi nyata tiap alat dapat berbeda. |
| Jam terjadwal | 8 jam/hari; bukan 8 jam produktif bersih. |
Kapasitas dasar satu truk = 12 × 60 ÷ 30 = 24 m³/jam. Jumlah keseimbangan = 100 ÷ 24 = 4,17 truk. Untuk perbandingan awal, kapasitas sistem dibatasi komponen terendah:
Ini model deterministik sederhana. Variasi siklus dan antrean nyata dapat menurunkan produksi dari hasil pendekatan tersebut.
| Parameter | 4 truk | 5 truk |
|---|---|---|
| Kapasitas angkut dasar | 96 m³/jam | 120 m³/jam |
| MF | 4 × 7,2 ÷ 30 = 0,96 | 5 × 7,2 ÷ 30 = 1,20 |
| Pembatas nominal | Angkutan | Pemuatan excavator |
| Produksi rencana sistem | 76,8 m³/jam | 80 m³/jam |
| Jam terjadwal untuk 8.000 m³ | 104,17 jam | 100 jam |
| Hari ekuivalen, 8 jam/hari | 13,02 hari | 12,50 hari |
| Jika hanya memakai shift harian penuh | 14 shift | 13 shift |
Tambahan truk tidak otomatis memberi kenaikan produksi yang sebanding. Pilih berdasarkan target, biaya seluruh armada, dan keandalan jadwal. Pembulatan shift di tabel hanya menunjukkan kebutuhan shift penuh pada asumsi ini, belum memasukkan hari libur, mobilisasi, atau gangguan tambahan.
Studi TEKNO tentang Residence Jordan Sea yang dirujuk versi lama memang melaporkan kombinasi alat dan empat truk untuk kondisi penelitiannya. Hasil tersebut bukan bukti bahwa rasio 1:4 berlaku pada setiap excavator, material, atau jarak angkut.
4. Samakan volume pekerjaan dan pasokan material
Caterpillar menjelaskan swell sebagai kenaikan volume saat material berubah dari kondisi asli menjadi lepas. Karena itu, volume hasil survei dalam kondisi asli tidak boleh langsung dibandingkan dengan kapasitas bak dalam kondisi lepas.
Contoh terpisah: bila swell diasumsikan 25%, maka 100 m³ asli menjadi 125 m³ lepas. Nilai 25% ini hanya ilustrasi, bukan faktor untuk semua tanah. Konversi menuju volume padat perlu mengikuti karakter material, densitas, dan persyaratan pekerjaan; jangan langsung memakai persentase swell sebagai faktor pemadatan.
Untuk tanah urug, batu, macadam, atau basecourse, pastikan nama dagang diterjemahkan menjadi spesifikasi material yang dapat diperiksa. Tetapkan dasar penerimaan: volume atau berat, kondisi pengukuran, mutu, dan bukti serah terima. Target tebal hamparan, jumlah lintasan roller, serta kepadatan mengikuti metode kerja dan pengujian proyek—bukan angka universal 20–30 cm.
Sesuaikan jadwal pasokan dengan luas area stok, kecepatan hampar dan pemadatan, akses truk, serta kesiapan pekerjaan berikutnya. Satu penyedia alat dan material dapat mempermudah koordinasi, tetapi tidak otomatis menjamin hasil lebih baik; pembagian tanggung jawab tetap harus jelas.
5. Bandingkan biaya total pada hasil yang sama
Susun biaya alat dan truk untuk durasi rencana yang sama dasar waktunya. Tambahkan mobilisasi–demobilisasi, operator, bahan bakar, minimum pemakaian, standby, perawatan, dan biaya lain sesuai penawaran. Pembagian tanggung jawab mengikuti kesepakatan; label dry atau wet rental saja belum cukup menjelaskannya.
Jangan menyimpulkan rental bulanan pasti lebih murah setelah dua minggu. Bandingkan minimum tagihan, hari/jam terhitung, jeda kerja, tambahan waktu, dan mobilisasi pada masing-masing skema. Umur alat juga tidak cukup untuk menyimpulkan keandalannya; periksa kondisi, catatan perawatan, dan dukungan penggantian.
Brief yang perlu dibawa saat meminta penawaran
- Lokasi, volume dan basisnya, jenis material, serta target pekerjaan.
- Rute, waktu siklus hasil pengamatan, kemiringan, akses, dan pembatasan jam lokasi.
- Kelas alat, attachment, kebutuhan operator, dan persyaratan kerja lokasi.
- Jumlah kandidat unit, rencana hari/jam kerja, serta dasar pencatatan jam.
- Rincian tarif, minimum pemakaian, mobilisasi, bahan bakar, operator, dan standby.
- Prosedur pemeriksaan unit, gangguan, penggantian, dan persetujuan perubahan jadwal.
Setelah pekerjaan dimulai, catat muatan atau rit, volume diterima, waktu siklus, jam produktif, dan alasan berhenti. Perbarui model berdasarkan hasil aktual sebelum menambah unit.
Catatan untuk ilustrasi rasio 1:4 dari artikel awal

Referensi dan batas perhitungan
- Caterpillar: Find the Correct Truck Pass Match — pencocokan alat muat dengan truk dan pengaruh material.
- Caterpillar: Swell & Void Percentage, Load Factors — perubahan volume asli dan lepas.
- Komatsu: Payload Management — pengendalian muatan, siklus, dan waktu tunggu.
- Putri, Firdaus, dan Taliding, Jurnal Pertambangan dan Lingkungan 7(1), 2026 — contoh penggunaan waktu siklus dan faktor keserasian. Konteksnya penambangan, bukan proyek yang disimulasikan di artikel ini.
- Sokop, Arsjad, dan Malingkas, TEKNO 16(70), 2018 — studi pematangan lahan yang dirujuk naskah awal.
Disusun oleh editorial Masbadar.com; sumber dan backlink diperiksa 15 Oktober 2026. Seluruh simulasi merupakan perhitungan ilustratif, bukan pengukuran lapangan atau jaminan durasi. Jumlah alat akhir, metode kerja, dan kebutuhan cadangan ditetapkan tim proyek setelah verifikasi kondisi, spesifikasi, serta data operasi.