Bentuk Pakaian Manusia pada 5000 Tahun yang Silam

Artikel pertama kali diterbitkan pada Agustus 2016. Diperbarui menyeluruh pada 11 Oktober 2026 menggunakan informasi penelitian dan dokumentasi South Tyrol Museum of Archaeology mengenai pakaian, tubuh, kematian, dan perlengkapan Ötzi.

Bagaimana seseorang berpakaian di Pegunungan Alpen lebih dari 5.300 tahun lalu? Ötzi si Manusia Es memberikan salah satu jawaban paling langka: mantel dari kulit kambing dan domba, legging kulit kambing, cawat kulit domba, topi beruang, serta sepatu berlapis yang menggunakan kulit, serat tumbuhan, dan rumput sebagai insulasi.

Tetapi ada batas penting sebelum kita menganggap pakaian Ötzi sebagai “fashion manusia 5.000 tahun lalu”.

Ötzi hanyalah satu individu yang hidup di kawasan Alpen pada Zaman Tembaga.

Pakaian sejenis dari masa yang sama sangat jarang bertahan, sehingga para peneliti bahkan belum dapat memastikan apakah perlengkapannya merupakan pakaian normal sehari-hari atau perlengkapan khusus untuk perjalanan di pegunungan.

Koreksi judul lama: artikel ini dahulu menggambarkan temuan Ötzi sebagai “bentuk pakaian manusia pada 5.000 tahun silam”. Istilah yang lebih tepat adalah pakaian seorang manusia Zaman Tembaga yang hidup di Alpen sekitar 5.300 tahun lalu.

Siapa Ötzi si Manusia Es?

Ötzi adalah mumi glasial alami dari Zaman Tembaga yang berusia lebih dari 5.300 tahun.

Tubuhnya ditemukan secara tidak sengaja oleh pasangan pendaki Jerman, Erika dan Helmut Simon, pada 19 September 1991 di Tisenjoch, Pegunungan Alpen Ötztal.

Lokasi temuan berada di South Tyrol, Italia, sangat dekat dengan perbatasan Austria.

Karena tubuh, pakaian, serta perlengkapannya membeku dan terawetkan, Ötzi menjadi salah satu temuan arkeologi paling penting untuk memahami kehidupan manusia pada akhir Neolitik dan Zaman Tembaga.

Pada 2026, penemuan Ötzi genap berusia 35 tahun.

Ötzi si Manusia Es dari Pegunungan Alpen
Gambar arsip artikel Masbadar, 2016. Sumber hak cipta visual tidak tercantum dengan jelas pada artikel lama. Untuk penggunaan jangka panjang, sebaiknya diganti dengan press image resmi South Tyrol Museum of Archaeology dengan kredit yang sesuai.

Pemeriksaan tulang menunjukkan bahwa usia Ötzi saat meninggal sekitar 45–46 tahun.

Tingginya ketika hidup diperkirakan sekitar 1,60 meter dengan berat sekitar 50 kg.

Untuk zamannya, umur tersebut sudah termasuk cukup lanjut.

Pakaian Ötzi bukan sekadar kulit hewan sederhana

Sekilas kita mungkin membayangkan pakaian prasejarah hanya sebagai selembar kulit hewan.

Temuan Ötzi menunjukkan konstruksi yang jauh lebih kompleks.

Pakaian dibuat dari kombinasi:

DOMESTIC ANIMALS Kambing & domba

Digunakan pada mantel, legging, dan cawat.

WILD ANIMALS Beruang & rusa

Beruang digunakan pada topi, sedangkan kulit rusa menjadi bagian konstruksi sepatu dan perlengkapan lainnya.

PLANT MATERIAL Rumput & bast

Digunakan untuk insulasi, anyaman, tali, jahitan, dan perlengkapan.

Museum Ötzi menjelaskan bahwa pakaian tersebut dibuat seluruhnya dari kulit, bulu, dan material rumput yang dianyam.

Jahitannya menggunakan tendon hewan, serat rumput, serta bast atau lapisan serat dari bagian dalam kulit pohon.

YANG TIDAK DITEMUKAN

Tidak ditemukan pakaian wol maupun tekstil tenun pada set pakaian Ötzi. Ini tidak berarti masyarakat Eropa di seluruh kawasan dan periode tersebut sama sekali tidak mengenal tekstil; kesimpulan ini hanya merujuk pada pakaian yang ditemukan bersama Ötzi.

Dari apa saja pakaian Ötzi dibuat?

01

Mantel kulit hingga mendekati lutut

GOAT + SHEEP HIDE

Mantel Ötzi menutupi tubuh bagian atas dan pahanya, hampir sampai lutut.

Mantel dibuat dari strip kulit kambing dan domba berwarna terang dan gelap yang dijahit bersama menggunakan tendon hewan.

Bulunya menghadap keluar.

Mantel tersebut bukan barang baru. Bagian dalamnya menunjukkan pemakaian lama dan beberapa jahitan rusak pernah diperbaiki menggunakan serat rumput.

02

Dua legging, bukan celana panjang modern

DOMESTIC GOAT

Artikel lama menyebutnya “celana panjang kulit kambing”.

Yang lebih tepat: Ötzi memakai dua legging terpisah, masing-masing sekitar 65 cm.

Legging dibuat dari strip kulit kambing domestik.

Bagian atasnya diikat ke sabuk, sedangkan bagian bawah mempunyai loop yang terhubung dengan sepatu.

Seperti mantel, legging juga menunjukkan tanda pemakaian dan perbaikan.

03

Cawat dari kulit domba

SHEEPSKIN

Di bawah perlengkapan lainnya, Ötzi memakai loincloth atau cawat.

Bahan tersebut dibuat dari strip sempit kulit domba yang dijahit menjadi satu.

Ukurannya ketika utuh diperkirakan sekitar 100 × 33 cm, dilewatkan di antara kaki lalu ditahan menggunakan sabuk.

04

Sabuk sekaligus kantong peralatan

LEATHER

Sabuk Ötzi bukan hanya penahan pakaian.

Pada sabuk terdapat kantong kulit kecil yang membawa berbagai benda praktis, termasuk material pemantik api, alat pengerik, alat pelubang, penusuk tulang, serta serpihan batu api.

Jadi pakaian juga berfungsi sebagai bagian dari sistem membawa peralatan.

05

Sepatu berlapis dengan rumput sebagai insulasi

LEATHER + DEERSKIN + BAST + GRASS

Sepatu Ötzi merupakan salah satu bagian paling menarik dari pakaiannya.

Konstruksinya terdiri dari beberapa lapisan.

Di bagian dalam terdapat jaring dari bast pohon linden yang membantu menahan rumput kering.

Rumput tersebut berfungsi sebagai insulasi termal.

Bagian atas sepatu menggunakan kulit rusa, sedangkan bagian bawah menggunakan kulit dengan bulu diarahkan ke bagian dalam.

Tali dan bagian pengikat juga menggunakan material kulit dan serat tumbuhan.

Eksperimen menggunakan replika menunjukkan model sepatu tersebut cukup nyaman untuk perjalanan jauh dan menjaga kaki tetap hangat, walaupun perlindungannya terhadap air terbatas.

06

Topi dari kulit beruang

BROWN BEAR

Sebuah topi kulit beruang ditemukan dalam penggalian di sekitar lokasi Ötzi.

Potongan-potongan kulit dijahit membentuk semacam kubah dengan tali pengikat di bawah dagu.

Untuk lingkungan Alpen yang dingin, penutup kepala ini mempunyai fungsi praktis yang sangat jelas.

“Jubah rumput” ternyata belum tentu jubah

Inilah salah satu informasi dari penelitian lama yang kemudian berubah.

Sisa anyaman dari rumput rawa Alpen ditemukan di lokasi Ötzi.

Dahulu benda tersebut sering direkonstruksi sebagai grass cape atau jubah rumput.

Interpretasi tersebut sekarang dianggap sangat diperdebatkan.

South Tyrol Museum of Archaeology menyatakan bahwa kemungkinan lebih besar benda tersebut adalah:

  • matras atau alas;
  • pelindung terhadap hujan;
  • atau bagian dari ransel.
Arkeologi bukan gambar masa lalu yang tidak pernah berubah.

Benda yang sama dapat memperoleh interpretasi baru setelah penelitian, eksperimen, DNA analysis, CT scan, atau metode ilmiah lain menghasilkan bukti tambahan.

DNA membantu mengidentifikasi hewan dari pakaian Ötzi

Pada 2016, tim peneliti menganalisis mitochondrial DNA dari sembilan sampel kulit dan bulu pada perlengkapan Ötzi.

Analisis tersebut membantu menentukan spesies hewan yang digunakan untuk membuat pakaian dan perlengkapannya.

MANTEL

Kombinasi material dari kambing dan domba.

LEGGING

Terutama dibuat dari kambing domestik.

CAWAT

Diidentifikasi sebagai kulit domba.

TOPI

Dibuat dari kulit beruang.

SEPATU

Menggabungkan beberapa material, termasuk kulit hewan serta serat tumbuhan. Penelitian DNA juga mengidentifikasi kulit sapi pada bagian tali tertentu.

QUIVER

Tempat anak panah menggunakan kulit rusa, antara material lainnya.

Temuan ini menarik karena menunjukkan bahwa pakaian Ötzi memanfaatkan sekaligus hewan domestik dan hewan liar.

Apa yang dapat dipelajari dari desain pakaiannya?

Walaupun dibuat lebih dari lima milenium lalu, beberapa prinsipnya terdengar sangat modern.

Layering

Beberapa lapisan material digunakan untuk menangani kondisi pegunungan.

Insulasi

Rumput kering dimanfaatkan untuk mempertahankan panas kaki.

Modular

Legging terpisah, sabuk, cawat, mantel dan sepatu bekerja sebagai sistem.

Repairable

Sejumlah pakaian menunjukkan tanda perbaikan. Mantel dan legging bukan barang sekali pakai.

Local materials

Kulit, bulu, bast, tendon dan rerumputan dimanfaatkan sebagai material fungsional.

Nilai menarik pakaian Ötzi bukan karena bentuknya “primitif”, tetapi karena pemilihan material dan konstruksinya sangat disesuaikan dengan kebutuhan hidup.

Ötzi mempunyai 61 tato

Selain pakaian, tubuh Ötzi menyimpan informasi lain yang sangat terkenal: 61 tato.

Tato tersebut bukan gambar dekoratif rumit seperti tato modern.

Bentuknya terutama berupa kelompok garis dan tanda silang.

Pigmen dibuat dengan memasukkan material berbasis karbon pada sayatan tipis di kulit.

Banyak tato berada pada area tubuh yang menunjukkan tanda keausan atau masalah sendi.

Karena itu fungsi terapeutik merupakan salah satu interpretasi utama.

BUKAN KESIMPULAN MUTLAK

Museum Ötzi sendiri masih menyebut arti tato sebagai sesuatu yang terus diperdebatkan. Hubungannya dengan area tubuh yang sakit membuat fungsi terapeutik dianggap masuk akal, tetapi kita tidak dapat bertanya langsung kepada pemiliknya tentang tujuan sebenarnya.

Kondisi kesehatan Ötzi

Penelitian medis terhadap tubuh yang terawetkan mengungkap banyak hal mengenai kesehatannya.

Di antaranya:

  • giginya menunjukkan keausan;
  • ditemukan karies dan periodontitis;
  • sendinya mengalami keausan;
  • ia membawa parasit whipworm;
  • DNA menunjukkan predisposisi penyakit kardiovaskular;
  • terdapat bukti penyakit Lyme;
  • ia intoleran terhadap laktosa.

Jadi artikel lama benar bahwa Ötzi mempunyai persoalan gigi dan risiko penyakit jantung, tetapi informasi medisnya sekarang jauh lebih lengkap daripada yang diketahui pada 2016.

Ötzi meninggal karena luka panah, tetapi bukan di kepala

Ini koreksi penting dari artikel lama.

Pada 2001, pemeriksaan radiologi mengungkap adanya mata anak panah tertanam di bahu kiri Ötzi.

Penelitian selanjutnya menunjukkan luka tersebut mengenai pembuluh darah besar di area bahu.

Ia mengalami pendarahan hebat dan diperkirakan meninggal dalam waktu singkat.

Ötzi memang juga mengalami cedera kepala menjelang kematiannya.

Tetapi bukti utama penyebab kematian berkaitan dengan luka panah di bahu.

Versi lama: “Ada orang yang membunuhnya dengan panah yang melukai kepalanya.”

Koreksi: anak panah menembus bahu kiri dan melukai arteri. Cedera kepala merupakan temuan terpisah.

Apakah semua manusia 5.300 tahun lalu berpakaian seperti Ötzi?

Tidak bisa disimpulkan demikian.

Dunia sekitar 3300 SM sudah memiliki:

  • lingkungan berbeda;
  • iklim berbeda;
  • tradisi berbeda;
  • sumber material berbeda;
  • teknologi lokal berbeda.

Orang yang hidup di wilayah Mediterania, Alpen, Eropa Utara, Timur Tengah, Afrika, atau Asia tentu tidak menghadapi kondisi lingkungan yang sama.

Bahkan untuk Ötzi sendiri, museum menyatakan tidak cukup banyak pakaian pembanding dari zamannya untuk menentukan apakah set tersebut adalah pakaian harian normal atau perlengkapan khusus.

Ötzi bukan “model pakaian umat manusia 3300 SM”. Ia adalah satu jendela yang luar biasa menuju kehidupan seseorang di Alpen pada Zaman Tembaga.

Mengapa pakaiannya begitu penting bagi arkeologi?

Kulit, rumput, kayu, bast dan tendon biasanya terurai jauh lebih cepat dibanding batu atau logam.

Karena itulah situs arkeologi prasejarah lebih sering meninggalkan:

  • alat batu;
  • keramik;
  • logam;
  • tulang;
  • struktur tertentu.

Material organik jauh lebih jarang bertahan ribuan tahun.

Kondisi es Alpen secara luar biasa mengawetkan bukan hanya tubuh Ötzi, tetapi juga pakaian dan berbagai peralatan.

Karena itulah temuannya memberi gambaran yang jarang diperoleh dari situs prasejarah biasa.

Kesimpulan

Lebih dari 5.300 tahun lalu, Ötzi sudah mengenakan sistem pakaian yang dibuat dengan pemilihan material berbeda untuk fungsi berbeda.

Mantelnya menggunakan kulit kambing dan domba.

Legging dibuat dari kulit kambing, sementara cawat menggunakan kulit domba.

Topinya menggunakan kulit beruang.

Sepatunya menggabungkan kulit, anyaman bast, serta rumput untuk membantu menjaga kaki tetap hangat.

Yang paling menarik, pakaian tersebut juga memperlihatkan tanda jahitan, konstruksi, layering, serta perbaikan setelah digunakan.

Jadi ketika membahas pakaian Ötzi, kita bukan hanya melihat bentuk baju kuno.

Kita sedang melihat pengetahuan manusia tentang material, cuaca, perjalanan, dan kebutuhan tubuh lebih dari lima milenium lalu.

FAQ Pakaian Ötzi

Berapa usia Ötzi?

Ötzi hidup lebih dari 5.300 tahun lalu, sekitar Zaman Tembaga. Usianya saat meninggal diperkirakan sekitar 45–46 tahun.

Dari apa mantel Ötzi dibuat?

Mantelnya dibuat dari strip kulit kambing dan domba yang dijahit bersama.

Apakah Ötzi memakai celana?

Bukan celana modern. Ia mengenakan dua legging kulit kambing yang terpisah, masing-masing sekitar 65 cm.

Dari apa sepatu Ötzi dibuat?

Sepatunya merupakan konstruksi beberapa material: kulit, kulit rusa, serat bast, tali, serta rumput kering sebagai insulasi.

Apakah Ötzi memakai topi?

Ya. Topi hemisferis dari kulit beruang ditemukan bersama perlengkapannya.

Apakah Ötzi memakai jubah rumput?

Interpretasi lama menyebut benda anyaman rumput sebagai jubah. Penafsiran terbaru menganggap kemungkinan lebih besar benda tersebut merupakan matras, pelindung hujan, atau bagian dari ransel.

Berapa jumlah tato Ötzi?

Penelitian telah memetakan 61 tato, terutama berupa kelompok garis dan tanda silang.

Bagaimana Ötzi meninggal?

Ötzi mengalami luka panah di bahu kiri. Anak panah mengenai pembuluh darah besar dan menyebabkan kehilangan darah yang fatal. Ia juga mengalami cedera kepala menjelang kematian.

Referensi

  1. South Tyrol Museum of Archaeology — Ötzi's Clothing .
  2. South Tyrol Museum of Archaeology — The Body .
  3. South Tyrol Museum of Archaeology — The Discovery .
  4. South Tyrol Museum of Archaeology — Milestones in Ötzi Research .
  5. O'Sullivan et al. — A whole mitochondria analysis of the Tyrolean Iceman's leather , Scientific Reports 6 (2016).

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

MARI MULAI DARI KEBUTUHAN ANDA

Punya bisnis yang
ingin tampil lebih baik?

Ceritakan kebutuhan website, company profile, atau konten Anda.

Hubungi Masbadar ↗
Perumahan Citra Kebun Mas, Blok Q3/11
Bengle, Majalaya, Karawang, Jawa Barat 41351
Buka lokasi di Google Maps →